Ada Banyak Peluang Bisnis di Internet. Tapi Sayang…Tidak Semua Orang Tahu Bagaimana Caranya !
January 22, 2011
September 29, 2009
FAKTA: Ada Banyak Peluang Bisnis di Internet. Tapi Sayang…Tidak Semua Orang
Tahu Bagaimana Caranya !
Kenapa ANDA Sebaiknya
Mulai Melirik Bisnis Online & Belajar
Internet Marketing Dari Sekarang!
- Semakin hari pengguna Internet semakin banyak. Ini berarti “pasar” di Internet semakin hari semakin tidak terbatas!
- Tidak ada ‘krisis global’ di dunia Internet Marketing. Yang terjadi adalah kebalikan! Peluang usaha semakin banyak, dan bertambah setiap hari!
- Internet Marketing atau bisnis online cukup dijalankan di rumah saja! Tidak kena macet, apalagi hujan-hujanan!

- Saat Anda paham betul dan menguasai ilmu Internet Marketing, Anda bisa jualan APA SAJA , dan KE MANA SAJA, semau Anda… sesuka hati!
- Di jaman sekarang, dan apalagi tahun-tahun mendatang, orang yang mampu menyatukan ILMU dengan TEKNOLOGI adalah mereka yang akan tampil sebagai pemenang. Mereka akan semakin maju dan semakin kaya !
“Jika Anda Serius Ingin Mendapatkan Penghasilan
Tambahan Melalui Internet, Saya Ajak Anda Untuk Mulai Belajar di Asian Brain - No Strings Attached! - BULAN
PERTAMA GRATIS!, Silahkan klik Disini
SEJARAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
December 9, 2010
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC , Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang). Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah penjajahan tentunya. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara
Sambutan Proklamasi di Yogyakarta (18/19-08-1945).
Tanggal 18 atau 19 Agustus 1945, Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) dan Sri Paduka Paku Alam VIII (PA VIII) mengirimkan ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas kemerdekaan Indonesia dan atas terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Selain itu juga dikirimkan ucapan terima kasih kepada KRT Rajiman Wediodiningrat (mantan ketua BPUPKI) dan Penguasa Jepang Nampoo-Gun Sikikan Kakka dan Jawa Saiko Sikikan beserta stafnya. Pada 19 Agustus 1945 Yogyakarta Kooti Hookookai mengadakan sidang dan mengambil keputusan yang pada intinya bersyukur pada Tuhan atas lahirnya Negara Indonesia, akan mengikuti tiap-tiap langkah dan perintahnya, dan memohon kepada Tuhan agar Indonesia kokoh dan abadi.
Sidang PPKI Membahas Daerah Istimewa (19-08-1945)
Di Jakarta pada 19 Agustus 1945 terjadi pembicaraan serius dalam sidang PPKI membahas kedudukan Kooti[1]. Sebenarnya kedudukan Kooti sendiri sudah dijamin dalam UUD, namun belum diatur dengan rinci. Dalam sidang itu Pangeran Puruboyo, wakil dari Yogyakarta Kooti, meminta pada pemerintah pusat supaya Kooti dijadikan 100% otonom, dan hubungan dengan Pemerintah Pusat secara rinci akan diatur dengan sebaik-baiknya. Usul tersebut langsung ditolak oleh Soekarno karena bertentangan dengan bentuk negara kesatuan yang sudah disahkan sehari sebelumnya. Puruboyo menerangkan bahwa banyak kekuasaan sudah diserahkan Jepang kepada Kooti, sehingga jika diambil kembali dapat menimbulkan keguncangan.
Ketua Panitia Kecil PPKI untuk Perancang Susunan Daerah dan Kementerian Negara , Oto Iskandardinata, dalam sidang itu menanggapi bahwa soal Kooti memang sangat sulit dipecahkan sehingga Panitia Kecil PPKI tersebut tidak membahasnya lebih lanjut dan menyerahkannya kepada beleid Presiden. Akhirnya dengan dukungan Mohammad Hatta, Suroso, Suryohamijoyo, dan Soepomo, kedudukan Kooti ditetapkan status quo sampai dengan terbentuknya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Pada hari itu juga Soekarno mengeluarkan piagam penetapan kedudukan bagi kedua penguasa tahta Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman[4].Piagam tersebut baru diserahkan pada 6 September 1945 setelah sikap resmi dari para penguasa monarki dikeluarkan.
Dekrit Resmi Kerajaan Untuk Berintegrasi kepada RI (Sept 1945)
Pada tanggal 1 September 1945, Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Yogyakarta dibentuk dengan merombak keanggotaan Yogyakarta Kooti Hookookai. Pada hari yang sama juga dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Usai terbentuknya KNID dan BKR, Sultan HB IX mengadakan pembicaraan dengan Sri Paduka PA VIII dan Ki Hajar Dewantoro serta tokoh lainnya. Setelah mengetahui sikap rakyat Yogyakarta terhadap Proklamasi[2], barulah Sultan HB IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Sri Paduka PA VIII pada hari yang sama.
Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indie setelah kekalahan Jepang. Dekrit semacam itu mengandung risiko yang sangat besar. Seperti di daerah Sulawesi, Raja Kerajaan Luwu akhirnya terpaksa meninggalkan istananya untuk pergi bergerilya melawan Sekutu dan NICA untuk mempertahankan dekritnya mendukung Indonesia.
Sumber & Informasi lebih lanjut dapat mengakses sbb :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Daerah_Istimewa_Yogyakarta
KERJA atau BISNIS?
October 3, 2010
Oleh : Anne Ahira
Saya perhatikan dari setiap jawaban, ternyata hampir semuanya menginginkan jadi PEBISNIS. Alasannya bermacam-macam, ada yang berpikir dengan berbisnis uangnya bisa lebih banyak, bisa mengatur waktu sendiri, ada juga yang ingin jadi BOS dan lain-lain.
Pertanyaannya: SUDAHKAH mereka memulai?
Atau hanya ’sekedar keinginan’?
Adalah hal yang sering saya dengar dari banyak orang, mereka mengaku ingin sukses, tapi selalu memiliki alasan, salah satunya ‘tidak ada waktu ’ atau ‘tidak punya modal’ .
Tidak jarang orang mengirimkan email kepada saya, mengaku ingin sukses, ingin menjalankan bisnis seperti saya, lalu di belakang emailnya dibumbui ‘tapi sayang Ahira, saya tidak punya modal ‘
Sound familiar?
Jika ada orang mengirimkan email seperti itu, saya selalu menjawab:
Teman..
Lapar adalah MODAL untuk mencari makan .
Haus adalah MODAL untuk mencari minum .
Ketidaktahuan adalah MODAL untuk mencari tahu .
Bodoh adalah MODAL untuk menjadi pintar .
Tidak punya ‘modal’ , adalah MODAL untuk mencari dan mendapatkan modal yang Anda perlukan.
JIKA ANDA BENAR-BENAR MENGINGINKANNYA, ANDA AKAN MENEMUKAN JALANNYA!
Saya berani mengatakan seseorang tidak akan pernah bisa menjadi PEBISNIS sukses jika dia tidak bisa atau tidak mau mengusahakan APA yang dia perlukan.
Jika Anda benar-benar ingin menjadi seorang PEBISNIS dan SUKSES, Anda harus siap : Memecahkan setiap masalah yang ada di depan mata, sebelum mengecap yang namanya ‘keuntungan’.
Sederhananya, bagaimana kita mau jadi pebisnis, jika pada saat awal saja, dan hanya karena ‘tidak punya modal’ Anda jadikan alasan untuk tidak bergerak maju.
Anda bayangkan, jika Anda menjadi seorang pebisnis, kita buat saja contoh yang mudah dipahami dan dibayangkan: Saya mendirikan perusahaan PT. Asian Brain di Indonesia dan Asian Brain LLC di Amerika. Perusahaan Asian Brain saat ini memiliki ratusan staff di sana sini. Sebagai pebisnis, saya harus bertanggung jawab di antaranya:
Menggaji ratusan staff setiap bulan. Saya *harus berpikir* bagaimana agar perusahaan tetap berjalan, bisa menggaji ratusan staff setiap bulan dan membuat perusahaan semakin maju.
Saya tidak boleh ‘merengek’ dan tinggal diam, mengharapkan bantuan dan belas kasihan dari orang lain, melontarkan alasan "Saya ingin berhasil, tapi saya tidak punya modal untuk menggaji staff saya?? ".
No way…!
Sebagai PEBISNIS, Anda *tidak boleh* punya mental seperti itu. Sebagai PEBISNIS Anda ditantang untuk terus berpikir dan menuntaskan segala permasalahan yang menjadi tanggung jawab Anda, bukan orang lain .
Bagaimana Anda mau jadi pebisnis, jika masalah sendiri Anda lontarkan pada orang lain?
Siapapun yang menjadi Pebisnis, tentunya ingin bisnisnya menjadi besar dan maju bukan? Nah, jika usaha Anda besar, maka tanggung jawab Anda pun akan semakin besar. Tanggung jawab Anda tidak hanya sebatas untuk kepentingan diri sendiri, tapi lebih banyak untuk orang lain . Maka sikap KEPEMIMPINAN pun menjadi mutlak untuk seorang pebisnis.
Menggaji staff hanyalah ’salah satu’ dari sekian banyak tanggung jawab yang harus Anda pikirkan pada saat bisnis sudah menjadi besar. Belum memikirkan biaya ini itu, strategi ini dan itu yang harus selalu dipikirkan untuk kelangsungan usaha kita.
Banyak orang hanya membayangkan nikmatnya jadi pebisnis dari segi ‘keuntungan’, tapi mereka melupakan USAHA dan kerja keras pebisnis dalam keseharian. Kegagalan demi kegagalan yang harus mereka pecahkan, dan mereka tidak pernah berhenti hingga apa yang mereka inginkan tercapai.
Jika Anda ingin jadi pebisnis yang berhasil, bersiap-siaplah untuk menelan ratusan kegagalan di awal, sebelum mengecap keberhasilan pertama.
Jangan melihat asyiknya pebisnis dari keuntungan yang mereka dapatkan. Dari Penghasilan mereka yang miliaran. Lihatlah ‘babak belur’ nya mereka sebelum mencapai pada posisi sekarang.
Menjalankan bisnis tidak selalu tergantung pada ‘modal uang’ untuk menjalankannya. Tapi lebih pada pola pikir dan sikap kita yang SIAP akan berbagai macam tantangan.
Teman, kita hidup di dunia nyata, bukan sinetron. Pebisnis sukses tidak hanya asal memberikan tanda tangan, naik mobil mewah dan liburan ke luar negeri.
Yang namanya KERJA KERAS adalah mutlak untuk seorang pebisnis. Berani babak belur di awal. Siapkan mental Anda untuk mengalami kegagalan dan kerugian yang bertubi-tubi. Tidak hanya selalu memikirkan keuntungan.
Belajarlah untuk dewasa di mana Anda benar-benar mau menerima kenyataan bahwa tidak ada yang namanya ’sukses instan’ di dunia ini. Tidak ada yang namanya sukses gratisan. Semua diperlukan pengorbanan di awal, jerih payah dan usaha yang sangat tidak sedikit.
Teman, sukses tidak selalu tergantung pada yang namanya ‘uang’ atau perlu modal. Bukankah banyak di antara kita yang selalu mengatakan uang bisa dicari? Dan ITULAH ujian Anda pertama kali sebagai pebisnis! Ayo pecahkan. Bukan dijadikan sebagai alasan.
Ingat, kita telah diberi modal sejak lahir oleh Yang Maha Pemberi Modal, yaitu: akal pikiran . Gunakanlah itu sebagai modal awal dan modal utama Anda.
Ingat selalu rumusnya:
JIKA ANDA BENAR-BENAR MENGINGINKANNYA, ANDA AKAN MENEMUKAN JALANNYA.
Dan tentunya jangan lupa, barengi setiap langkah Anda dengan do’a .
—————
Belajar bisnis bersama Anne Ahira di AsianBrain.com
Seni Memaksimalkan Daya Tarik
August 19, 2010
Seni Memaksimalkan Daya Tarik
Oleh: Anne Ahira
Memiliki kepribadian yang menarik pasti diidamkan setiap insan. Saya, Anda,
maupun siapa saja. Kehadiran pribadiyang menarik selalu dinanti-nantikan banyak orang. Ketiadaannya dirindukan.
Pertanyaannya, kualitas istimewa APA yang ada pada manusia, yang bisa membuat orang lain kagum dan terpesona? Dan… ANDA-kah orangnya?
Sebagian orang mungkin berpikir hanya orang-orang yang cantik, ganteng secara
fisik, pintar, atau bahkan kaya yang memiliki daya tarik? Sebenarnya tidak demikian!
Setiap orang berpotensi untuk menjadi seorang insan yang memiliki daya tarik
tinggi, menjadi sosok yang dielu dan diharapkan. Termasuk Anda sendiri!
Pesona Anda bisa ditumbuhkan dan diciptakan dengan energi positif yang
Anda miliki.
Bagaimana memunculkan aura positif Anda agar membuat ketertarikan bagi yang
lainnya?
Berikut adalah 7 Seni Memaksimalkan Daya Tarik:
Terus berbuat baik tanpa pernah
menghitungnya
Lakukan kebaikan layaknya menulis di atas pasir dan pahatlah di batu untuk
setiap kesalahan yang Anda lakukan.
Artinya, lupakan setiap kebaikan Anda kepada orang lain, tak perlu menghitung. Sikap seperti ini akan melatih keikhlasan, dan pada saatterbiasa, Anda akan merasakan arti puas
yang sejati.
Merendahlah Agar Anda Menjadi Tinggi
Orang yang merendah justru banyak disenangi orang lain. Lain halnya dengan orang yang sombong, kerendahan hati merupakan perwujudan dari toleransi dan memiliki nilai yang tinggi.
Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Perca yalah pada diri
sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu ingin membuktikan pada orang lain.
Jagalah Kemurnian
Tampilah ‘apa adanya’. Jadilah diri sendiri. Untuk memiliki daya tarik
kita tidak perlu menjadi orang lain.Menjadi diri sendiri jauh lebih bernilai ketimbang kita selalu ingin tampil ’seperti orang lain’.
Jadilah Orang Yang Penuh Minat
Apa yang Anda katakan pada diri sendiri tentang kehidupan dan diri Anda sendiri, dari hari ke hari, adalah efek yang luar biasa.
Sepanjang waktu, lihatlah diri Anda sendiri sebagai pribadi yang menarik.
Pertahankan perasaaan itu sejelas mungkin dalam pikiran.
Dengan sendirinya, ‘alam’ akan menarik segala hal yang penting untuk menyempurnakan perasaan dan pandangan Anda itu.
Jadilah orang yang selalu ceria, penuh harapan, dan buat dunia ini terpikat pada Anda!
Wajah Ceria
Tertawa itu sehat. Buat wajah Andaselalu ceria.
Saat kita tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami
yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, senyuman akan membuat Anda bisa
rileks. Senyuman juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain.
Tekankan dalam pikiran, saat Anda bersama orang lain, bahwa senyuman
dapat memperpendek ‘jarak’ antar orang lain.
Antusias dan Hasrat
Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias.
Yakin selalu pada apa yang Anda kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan Anda dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi Anda, maka ia akan
menciptakan hal yang luar biasa buat Anda.
Tata Krama
Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan bisa membuat orang lain percaya pada kita. Tata karma yang baik akan membuat orang lain merasa nyaman dengan kita.
Tata karma merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman, dan ini dilakukan
dengan menunjukan penghormatan pada oran lain.
Bersikap sopanlah pada setiap orang yang Anda kenal, tidak peduli status
dan kedudukan mereka. Perlakukanlah setiap orang dengan tata krama.
Nah, bagaimana , tidak sulit bukan?
Temanmu,
Ahira
************** RESOURCE BOX ***************
Asian Brain Newsletter - Think & Succeed! Kontribusi Anne Ahira & PT. Asian Brain
untuk menggali dan melejitkan potensi masyarakat Indonesia!
Jika tulisan saya dirasa bermanfaat, tolong sebarkan alamat situs ini kepada teman-teman Anda: http://www.AsianBrainNewsletter.com
Rahasia Affiliate Amazon
October 1, 2009
Tanpa Basa – Basi Panjang Lebar
Inilah Peluang Usaha Online Di Internet
Simpel, Jelas Dan Langsung Tertarget
Untuk Mendapatkan Uang Dalam Dollar Atau Rupiah!
Halo Indonesia!
Ingin sekali rasanya berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada anda semua yang ingin mencoba atau sekarang sedang menjalankan bisnis online, internet marketing atau mendapatkan uang dari internet.
Dan bagi yang baru belajar internet sekalipun, jangan sia-siakan waktu dan energi anda untuk tidak memanfaatkan peluang yang ada di internet saat ini.
Saya tidak akan mengatakan kepada anda bahwa mendapatkan income dari internet itu susah atau mudah. Tapi saya akan menunjukkan caranya kepada anda yang sudah TERBUKTI BERHASIL untuk mendapatkan income rutin dari internet.
Akan saya beberkan kepada anda RAHASIA nya dan tunjukan bukti CEK yang saya terima setiap bulan pada halaman berikut setelah anda mengisi form dibawah ini.
Jika masih ada keraguan dalam diri anda, silahkan kunjungi blog saya yang membahas seputar Affiliate Amazon disini.
Sumber : Vietri Anwari ( Waroengbetawi.com) diposting oleh : Ismunadji
Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!
September 28, 2009
Banyak orang yang suka mengeluh dalam
hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.
Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?
Ada pepatah bijak mengatakan :
"You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing
direction"
Kita tidak akan pernah bisa merubah
arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.
Dengan kata lain…
‘Realita’ kehidupan tidak akan berubah
kecuali kita sendirilah yang mengubah
’sudut pandang’ terhadap realita yang ada!
Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
yang menentukan pilihan tersebut!"
Kebanyakan orang akan tertarik sejenak
ketika diingatkan akan hal di atas, tapi
kemudian berlalu kembali…. Sementara
waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak
pernah ada perubahan dalam hidupnya!
Sangat disayangkan.
Seringkali orang tidak berani melakukan
perubahan dalam hidupnya. Dia hanya
menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut.
Menunggu bantuan orang lain, menunggu
bantuan teman untuk mendapatkan
pekerjaan yang enak, sampai menunggu
warisan
Sekarang logikanya, jika memang hanya
dengan menunggu perubahan itu akan
datang, maka jumlah orang sukses
seharusnya jauh lebih banyak.
Bukankah kenyatannya tidak demikian?
Lalu, jika ingin sukses, apa yang
seharusnya kita lakukan?
Ciptakan perubahan!
Jangan selalu menunggu orang lain.
Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:
1. Do your best, whatever happens
will be for the best!
Lakukan dan selesaikan semua tugas
dan pekerjaan semaksimal mungkin,
bukan hanya terus menunggu dan
berharap.
Lakukan semuanya dengan tujuan
untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
yang bisa Soegeng capai!
2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.
Dengan banyak mengenal orang,
maka pengetahuan kita akan semakin
bertambah.
Seseorang yang kelihatannya sederhana
bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
yang tidak kita duga!
Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
kita menjadikan ’setiap orang adalah guru’
dan kehidupan ini adalah universitasnya.
3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.
Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
mendapatkan kesempatan yang lebih
luas dan cepat dalam berbagai macam hal!
4. Bersikaplah Fleksibel.
Cobalah untuk memahami suatu hal
dari berbagai sudut pandang. Jangan
terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
tidak lagi relevan kita gunakan.
Dengan bersikap fleksibel, wawasan
kita akan semakin bertambah.
Satu hal penting yang harus selalu diingat:
Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
bukan orang lain!
Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya…
Bukankah Soegeng tidak berharap demikian?
Jika memang tidak, tentukan perubahan…
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^
Sukses untuk Anda
Ditulis oleh: Anne Ahira dipoting oleh Ismunadji
Sempatkan Untuk Mendengar!
September 18, 2009
Banyak orang bisa ‘berkata’, namun sedikit yang mau
‘mendengar’. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam,
seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada
bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya
satu mulut?
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir.
Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada
berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang,
namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan
daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan
komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah. Yang sering terjadi,
kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya
tergantung pada cara kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah
melakukan kesalahan. Duh… malaikat kali! ![]()
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara
kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah
jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada
fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk
jangka waktu yang panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita. Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain,
maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita.
Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill
mendengar aktif. Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut,
tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang
baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan
perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah
bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika
kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh Anda
dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang
baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik. Ini menunjukkan
kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
2. Condongkan tubuh ke depan. Ini menunjukkan ketertarikan
kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan
mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang butuh klarifikasi
atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan
bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang menarik. Hal ini bisa
membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata yang diucapkan oleh
lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan
kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan,
meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita,
yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan
menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran
baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama
menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu
pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka
suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi
lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita
lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita,
hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun
pekerjaan.
Kesimpulan: jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini
bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang
positif, dan merupakan salah satu tangga Anda untuk
mencapai kesuksesan!
Ditulis oleh Anne Ahira (http://prospectinternetmarketing.com) diposting oleh Ismunadji
DUNIA MAYA YANG SAYA NIKMATI
September 1, 2009
Saya lahir pada tahun 1951 sedangkan bulan dan tanggalnya tidak saya temukan, karena data yang saya punya ada di ijazah SR ( SD ) saya dengan ijazah di SMEP dan SMEA saya tidak sama, akhirnya saya menggunakan data terakhir yang tercantum di ijazah SMEA saya, yakni tgl. 15 juli 1951.
Saya lahir dari keluarga tidak punya, Ayah seorang buruh tukang kayu dan ibu saya seorang buruh tani, kedua orang tua saya asli Bantul, sedang saya lahir dan besar di Yogyakarta, tepatnya di Kampung Mergangsan Lor.
Masa kanak-2, saya habiskan di SR(Sekolah Rakyat), Sekarang SD(Sekolah Dasar) di kampung Mergangsan, letaknya hanya 200 m dari rumah, semasa sekolah SD sempat tinggal kelas di kelas 5, jadi SD, saya jalani selama 7 tahun. Saya rtermasuk murid yang rajin, tapi tidak tahu kok saya bisa tinggal kelas, saya yang bodoh atau guru saya yang tidak bisa mengajar sehingga saya harus menjalani di kelas 5 SD selama 2 tahun, namun Alhamdulillah saya lulus dari kelas 6 SD termasuk juara 3(tiga) dari SD saya di Mergangsan.
Ternyata juara 3 dari SD Mergangsan, tidak bisa mengantarkan saya masuk SMP Negeri, akhirnya saya masuk di SMEP ( Sekolah Menengah Ekonomi Pertama ) di Yayasan PIRI Yogyakarta, lagi lagidi SMEP PIRI ini saya jalalani selama 3,5 tahun, tapi kali ini bukan karena saya bodoh, tetapi karena Pemerintah RI saat ini sedang kacau ( Tahun 1965, terjadi G30 S( Gerakan 30 September 1965 oleh PKI) jadi sekolah saya menjadi korbannya, tahun akhir ajaran diundur dari Juli menjadi Desember. Tapi akhirnya saya lulus juga pada Tahun 1967. Kalau tidak salah Pemerintah pada saat itu mengadakan pemotongan nilai uang dari Rp. 1.000.- menjadi Rp. 1,- karena inflasi hampir mencapai 1000%.
Tahun 1967 saya masuk SMEA Negeri II, saya masuk dengan modal pinjaman orang tua saya sebesar Rp. 500.- dan Alhamdulillah saya diterima dan dpat menyelesaikan sekolah tepat selama 3 tahun. Tahun 1970 saya lulus SMEA tetapi tidak bisa melanjutkan karena kendala biaya. ( Bersambung )
Ditulis dan diposting oleh : Ismunadji
Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!
August 31, 2009
"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada
orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang
tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik,
bukanlah hal mudah." — Aristoteles, The Nicomachean Ethics.
Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh
pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup
menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru,
pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.
Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari
seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan
menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga
kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami,
mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.
Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang
lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih
dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana
seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari
tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan
sesamanya.
Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab
dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti
tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.
Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan
hidup yang *tidak tampak*. Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi,
perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian
kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati
seseorang.
Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan
sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan
bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan
emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih
dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.
Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah
segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa….
Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump,
adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga
1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang
cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan
sebesar satu miliar US dollar.
Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The
Art of The Deal dan Surviving at the Top" . Namun jalan yang
dilalui Trump tidak selalu mulus…
Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir
tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut
anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam,
kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.
Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini
harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan
Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa
temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah
akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri
hidupnya dengan cara bunuh diri.
Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana
tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia
justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai
ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap
sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu
saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus
asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.
Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja
dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah
kehilangan segalanya, namun ada "intangible asset " yang tetap
dimilikinya. Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman
bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua
hartanya yang pernah ada!
Apa yang terjadi selanjutnya?
Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat
kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun
berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya
yang diberi judul "The Art of The Comeback" .
Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan
yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat
dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika
saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah
tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih
kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?
Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk
bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada
seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.
Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan
emosi hadir pada setiap orang dan bisa dikembangkan .
Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan
emosi:
1. Selalu hidup dengan keberanian.
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan
beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai
kemungkinan lain dalam hidup.
2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.
Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan
orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah
menyerah. "being accountable is being dependable"
3. Berani keluar dari zona nyaman.
Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa
mengeksplorasi banyak hal.
4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.
Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan
dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada
solusinya.
5. Bersikap rendah hati.
Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat
meningkatkan harga diri kita.
So, kuasailah kecerdasan emosi Anda!
Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu
faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju
sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.
Ditulis oleh: Anne Ahira(http://prospectinternetmarketing.com ) diposting oleh : ismunadji
“Nikmati Perbedaan!”
August 27, 2009
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa.
Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga,
warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.
Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja!
Alangkah gelapnya nya dunia ini!
Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan
merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?!
Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan
dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.
Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan
sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.
Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan.
Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.
Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.
Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir,
kesenangan, dan lain-lain.
Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan
pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.
Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan
memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang
menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang
akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan.
Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa
saja yang harus dipenuhi?
Berikut di antaranya…
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan.
Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita
mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang
tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah untuk
menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide
awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.
Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi,
karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi ‘yang tepat’.
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan
mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain,
perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan.
Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran
tersendiri, yg bisa jadi tidak bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang
lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita
tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam
bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.
6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.
Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah.
Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa
terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus
lagi jika disertai bukti yang mendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.
Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak
membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu
merupakan langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak,
Anda akan kehilangan sumber kebahagiaan!
Sukses selalu untuk Anda! ^_^
Ditulis oleh: Anne Ahira (http://prospectinternetmarketing.com ) diposting oleh Ismunadji